Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda

Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda - Hallo sahabat the life of the muslim world, pada kesempatan kali ini, kami akan bebragi ilmu tetang islam yang berjudul Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda, saya telah menyediakan semaksimal mungkin, artikel ini sehingga bisa bermanfaat untuk sahabat sekalian, maka dari itu jangan sungkan untuk komentar dan membagikan tulisa ini kempada yang lainnya.

Penulis : Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda
judul artikel : Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda

lihat juga


Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda



Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda
Penulis: Paula

Wayang Golek merupakan seni pertunjukan wayang dalam kebudayaan masyarakat Sunda. Wayang tersebut terbuat dari boneka kayu. Wayang merupakan bentuk teater rakyat yang begitu populer di Indonesia, khususnya Jawa. Masyarakat sering menghubungkan wayang dengan bayang – bayang. Hal ini memang cukup logis karena untuk menyaksikan pertunjukkan wayang, mereka memerlukan layar dan melihat bayangan – banyangan tokoh wayang.
Wayang golek tidak kalah populer dengan wayang kulit. Wayang golek terdiri dari dua macam yaitu wayang golek papak dan wayang golek purwa yang merupakan milik orang Sunda. Semua wayang tersebut dimainkan oleh dalang sebagai pemimpin pagelaran yang sekaligus menyuarakan antawacana, menyanyikan suluk, mengatur lagu, mengatur gamelan, dll.
Seperti alur cerita wayang pada umumnya, pertunjukkan wayang golek biasanya juga memiliki lakon lakon galur dan carangan. Untuk alur ceritanya, cerita tersebut bisa diambil dari cerita rakyat dan epik dari cerita Mahabarata dan Ramayana yang menggunakan bahasa Sunda yang diiringi dengan gamelan Sunda atau salendro. Gamelan sunda terdiri dari dua buah saron, sebuah selentem, sebuah peking, seperangkat boning rincik, seperangkat kenong, seperangkat boning, kempul, gong, seperangkat kendang, rebab, dan gambang.
Sejak tahun 1920an, pertunjukan wayang golek selalui diiringi oleh sinden selama pertunjukkan. Pada mas itu, populartitas sinden sangat tinggi dan bahkan mengalahkan popularitas dalang yang memimpin jalannya pagelaran.
Dalam pagelaran wayang golek, lakon yang biasa dipilih adalah lakon carangan. Namun kadang – kadang pertunjukkannya juga mengambil lakon galur. Lakon carangan yang menarik dan bagus sangat tergantung dari kepandaian si dalang. Beberapa dalang wayang golek yang cukup dikenal adalah Abeng Sunarya, Tarkim, Apek, Cecep Supriadi, dll. Setiap dalang memiliki keunikan masing – masing dan gaya mereka sendiri dalam menampilkan lakon. Salah satu fungsi utama diadakannya wayang golek disamping sebagai hiburan adalah untuk ngaruat atau membersihkan diri dari berbagai kemungkinan bahaya.
Namun saat ini wayang golek lebih dominan sebagai pertunjukkan rakyat. Selain itu, wayang golek juga biasa digelar dalam acara – acara tertentu misalnya hajatan, pernikahan, dll.


Demikianlah Artikel Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda

the life of the muslim world Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan the life of the muslim world kali ini.

Anda sedang membaca artikel Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda dan artikel ini url permalinknya adalah https://jumro.blogspot.com/2013/04/kesenian-wayang-golek-dalam-budaya-sunda.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

0 Response to "Kesenian Wayang Golek Dalam Budaya Sunda"