Teknologi Steam Tube Dryer Memberi Solusi Untuk PLTU Indonesia



Teknologi Steam Tube Dryer  Memberi Solusi Untuk PLTU Indonesia
Penulis: Paula
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah termasuk batubara. Sebanyak 65 persen dari cadangan batubara yang dimiliki Indonesia memiliki kualitas yang rendah atau hanya mengandung sekitar 4.000 kilo kalori per kilogramnya. Steam Tube Dryer atau STD merupakan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi PLTU, terutama PLTU di Indonesia. Teknologi ini membantu meningkatkan kualitas dari batubara sehingga dengan teknologi STD tersebut kandungan kalori pada batubara kualitas rendah bisa ditingkatkan kualitasnya hingga mencapai 6.000 kkal per kg. Tentu saja ini merupakan sebuah angin segar untuk PLTU di Indonesia agar mulai memanfaatkan teknologi ini.
Saat ini Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Tsukishima Kikai dari Jepang untuk meningkatkan kualitas batubara berkualitas rendah dnegan teknologi STD ini. STD merupakan salah satu teknologi terbatu yang asngat dibutuhkan oleh industri kelistrikan dan batubara di Indonesia. Teknologi ini dapat mengurangi kandungan air yang terdapat di dalam batubara dengan memanfaatkan sistem pemanasan. Jika kualitas batubara meningkat, tentu batubara berkualitas rendah tersebut nantinya bias dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan pembakaran yang efisien dan ramah lingkungan.
Mekanisme kerja teknologi STD ini adalah dengan cara mengurangi kadar air pada batu bara melalui sistem pemanasan. Akan tetapi, batubara yang dikeringkan tersebut akan mengakibatkan pori – pori menjadi lebih ebsar sehingga dapat lebih mudah terbakar ketika bersentuhan dengan udara sehingga batubara yang sudah mengalami proses STD ini harus langsung digunakan. Oleh sebab itu, STD harus ditempatkan di lokasi yang berdekatan dengan PLTU. Kecanggihan teknologi STD ini dihargai sekitar 50 juta US Dollar untuk setiap unitnya dan memiliki kapasitas maksimal mencapai 500 ton per jam. Teknologi STD tersebut sudah digunakan di beberapa PLTU di Korea dan rencananya akan segera digunakan di Indonesia.
Adanya teknologi STD ini tentu dapat menjadi harapan baru untuk Indonesia untuk meningkatkan efisiensi produksi listrik karena biaya operasional PLN yang semakin lama semakin meningkat, Selain itu, membakar batu bara muda di PLTU juga menurunkan efisiensi karena beberapa PLTU mengalami penurunan kapistas yang cukup signifikan jika dioperasikan dengan batubara yang kalorinya dibawah 4.800 kkal per kg.

0 Response to "Teknologi Steam Tube Dryer Memberi Solusi Untuk PLTU Indonesia"