www.guiadeisora.orgSecara filosofis dasar pemikiran Wayang Ajen ini di dasarkan dari adanya proses dialogis generasi muda pewaris aktif kesenian tradisional yang saling menghargai. Generasi muda yang memiliki ajen seni tertentu pada tradisi, di mana tradisi dipandang sebagai suatu yang dinamis tidak statis, dan tradisi adalah sumber inspirasi. Wayang Ajen bertujuan memberi alternatif pertunjukan wayang terutama untuk apresiasi bagi generasi muda sebagai tempat bercermin (ngaji rasa dan ngaji diri) sehingga akhirnya diharapkan adanya “pencerahan” dan perenungan tentang apa, siapa, dan mau apa hidup di dunia ini.Wayang Ajen merupakan pertunjukan wayang golek gaya baru yang menitik beratkan pada pilihan cerita berdasarkan sebuah naskah lakon tertulis. Naskah lakon dibuat bersumber dari Wiracarita Mahabrata atau Ramayana, tetapi merupakan kemasan garapan lakon yang memiliki muatan pesan moral yang lebih aktual dan kontekstual. Wayang Ajen adalah pergelaran eksperimen kreatif wayang golek Sunda yang digarap secara akademis, dengan memanfaatkan kolaborasi dengan berbagai media seni yang saling Ngajenan atau menghargai dan saling melengkapi.
www.guiadeisora.orgWayang Ajen dengan nama grup Parwa Pujangga adalah sebuah wadah seni dalam proses kreatif dengan spirit kreasi dalam menyikapi pengembangan wayang golek Sunda dalam perpaduan potensi kultur menuju bentangan wayang Indonesia yang mendunia.Sumber : wayangajen.com
Sumber foto: wayangajen.com & www.guiadeisora.org

0 Response to "Sejarah Wayang Ajen"
Post a Comment