Pages

Showing posts with label Pandangan Umum Masyarakat Tentang Ilmu Sastra. Show all posts
Showing posts with label Pandangan Umum Masyarakat Tentang Ilmu Sastra. Show all posts

3/5/13

Pandangan Umum Masyarakat Tentang Ilmu Sastra

Pandangan Umum Masyarakat Tentang Ilmu Sastra
Di dunia pendidikan dan di masyarakat saat ini, ilmu sastra berada pada posisi yang sangat marginal. Misalnya, di dalam pendidikan tingkat SMA, para siswa - siswi yang pintar hampir semuanya secara otomatis akan masuk dalam kelompok IPA, siswa – siswi yang nilainya pas – pasan atau yang kurang pandai akan masuk ke dalam kelompok IPS sedangkan yang tidak pandai akan langsung masuk ke kelompok Bahasa. Namun, berdasarkan fakta yang ada di lapangan, tidak semua sekolah memiliki jurusan Bahasa dan hanya menawarkan kelompok IPA dan IPS saja. Hanya sedikit SMA negeri dan swasta yang menawarkan jurusan Bahasa. Oleh karena itu, ilmu sastra sebenarnya sudah sejak awal bukan merupakan bidang pilihan. Guru dan orang tua tentu akan mendorong anak – anak untuk mempelajari ilmu pasti dan juga ilmu sosial yang tentunya bukan ilmu – ilmu humaniora. Seringkali mereka menjadi cemas jika anaknya memilih untuk mempelajari sastra dan bahasa, khususnya bahasa dan sastra Indonesia.
Hal ini memang wajar karena masyarakat sendiri masih tabu tentang apa yang bisa dipelajari dari sastra , apa hubungannya antara ilmu sastra dengan masalah yang ada di masyarakat saat ini, dan apa kontribusi kajian sastra untuk masalah kemiskinan, kebodohan, dan berbagai permasalahan lainnya. Jika tidak ada pengaruh dan relevansi ilmu sastra dengan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat, lalu dimana nantinya para lulusan sarjana sastra akan bekerja. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pengarang yang mengkritisi tentang ilmu sastra
Pertanyaan – pertanyaan di atas muncul karena adanya beberapa asumsi yang keliru dari masyarakat. Pertama, mempelajari sastra adalah kegiatan mempelajari keindahan alam dan kata dengan tujuan untuk mendapat hiburan. Oleh karena itu sastra yang baik sebenarnya tidak boleh berhubungan dengan aspek lain seperti ekonomo, sosial, dan politik. Selain itu, sastra merupakan karya imaginatif atau karya fiksi yang tidak ada hubungannya dengan fakta yang ada di dalam realitas kehidupan. Jika memang akan dihubungankan dengan kehidupan nyata, sastra memerlukan mediasi teoritis yang rumit dan tidak semua orang dapat melakukannya. Asumsi yang ketika, banyak masyarakat berpandangan bahwa mempelajari ilmu sastra hanya mempelajari tema, alur, tokoh, sudut pandang, dan gaya bahasa. Berdasarkan pandangan diatas, bisa dikatakan bahwa kajian sastra menurut masyarakat tidak memiliki manfaat untuk kehidupan mereka.

CNBC.com Feed