Pages

4/22/13

Degung Sunda, Seni Gamelan Khas Jawa Barat



Degung Sunda, Seni Gamelan Khas Jawa Barat
Penulis: Paula

Salah satu kebudayaan tradisional Sunda adalah degung sunda. Degung adalah alat musik tradisional Sunda yang hampir sama dengan gamelan di Jawa. Nada atau laras pada degung terdiri dari lima nada.
Degung merupakan salah sau jenis gamelan yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Sunda sampai saat ini disamping Gamelan Pelog dan Slendro. Degung dianggap mampu mewakili karakter masyarakat Sunda. Pengembangan dan penggunaan degung saat ini diperkirakan sebagai turunan Gamelan Renteng yang berasal dari Kabupaten Bandung.
Konon, degung awalnya adalah musik keraton atau kerajaan dan hanya dimainkan untuk keluarga raja – raja atau bangsawan. Kata degung berasal dari ngadeg dan agung. Ngadeg berarti berdiri dan agung berarti megah. E. Sutisna seorang nayaga Degung Parahyangan menyatakan bahwa dulu, perangkat degung hanya dimiliki oleh para pemimpin daerah.
Perangkat gamelan degung yang antik dan bernilai sejarah tinggi adalah Gamelan  Degung Pangasih dan Gamelan Degung Keraton Kasepuhan. Parengkat degung yang ada di Sumedang tersebut adalah peninggalan dari Pangeran Kusumadinata yang juga terkenal sebagai Pangeran Kornel.
Pada masa kejayaan para priyayi, degung dimainkan hanya secara gendingan (instrumental). RT Wiranatakusumah adalah Bupati Cianjur pada masa 1912 – 1920 yang mengatakan bahwa degung yang ditampilkan dengan nyanyian terlihat kurang serius. Namun, bupati tersebut juga sangat serius dalam melestarikan kebudayaan Sunda ini. Ia selalu membawa degung Pamagersari kemanapun ia sedang bertugas.
Degung dalam perkembangannya biasa dimainkan dalam pesta – pesta. Selain itu degung juga mulai masuk ke panggung pertunjukkan.
Lagu – lagu yang populer dimainkan dengan degung adalah Pajajaran, Sang Bango, Beber Layar, Manintin, Padayungan, Kadewa, dll. Namun, ada pula lagu – lagu baru dengan pola rerengongan seperti Hariring Bandung, Surat Ondangan, Bentang Kuring, Kalangkang, dsb.
Masyarakat Sunda yang memiliki latar belakang kerajaan yang berada di hulu sungai seperti Kerajaan Galuh memiliki pengaruh tersendiri pada kesenian degung. Hal ini diperlihatkan dari lagu – lagunya yang banyak menceritakan keadaan sungai seperti lagu Galatik Manggut, Sang Bango, Manintin, dan Kintel Buluk.

No comments:

CNBC.com Feed